Tampilkan postingan dengan label Parenting. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Parenting. Tampilkan semua postingan

Rabu, 27 Februari 2008

B A T U K

Jika kita membaca literaratur kedokteran, sering diungkapkan bahwa batuk merupakan suatu mekanisme tubuh untuk mengeluarkan sesuatu yang mengganggu saluran nafas kita, seperti dahak, riak, benda asing (kacang, dsb).Batuk sebagai anugerah terindah dari Tuhan sering disikapi dengan tidak bijak oleh mereka yang tidak memahaminya.
Andaikan kita perhatikan sejenak para pada penderita stroke misalnya. Karena adanya gangguan dalam otak, refleks batuknya terganggu. Akibatnya dahak menumpuk di paru2 dan ybs umumnya mengalami pneumonia. Hingga berefek fatal kematian pada penderita tsb.
Batuk bukanlah momok. Melalui batuk, kita tetap dapat bernafas, karena lendir yang mengganggu saluran nafas akan dikeluarkan saat batuk. Dengan batuk, kita terhindari dari bahaya tersedak benda asing yang masuk ke saluran nafas kita.
Yang terpenting yang harus kita lakukan adalah mencari tahu apa penyebab batuk. Infeksi kah atau bukan infeksi.
Pada anak, batuk umumnya disebabkan oleh infeksi virus atau oleh alergi.
Batuk akibat infeksi virus flu misalnya bisa berlangsung sd 2 minggu. Bahkan lebih lama lagi bila anak kita sensitif atau alergi, atau bila di rumah ada anak lain yang lebih besar yang juga sedang sakit. Batuk karena alergi juga bisa berlangsung lama atau hilang timbul selama pencetus alerginya tidak diatasi. Alergi yang dimaksud bisa dalam bentuk alergi hidung (Allergic rhinitis), asma, alergi suatu zat dari lingkungan. Penyebab lainnya adalah sinusitis, reflux, pneumonia.

Tatalaksana :
Cari PENYEBAB batuk.
Jika batuk disebabkan oleh produksi dahak yang berlebihan, maka upaya yang perlu dilakukan adalah mengurangi produksi lendir. Melalui cara :

  • Minum banyak yang hangat misalnya lemon
  • Jangan ada asap rokok.

  • Ruangan jangan kering (Moist air - kamar mandi - buka keran air panas biarkan beberapa lama sehingga ruangan, atau taruh satu ember air panas mendidih, atau pasang humidifier)

  • Agar anak lebih nyaman, tidurkan dengan bantal agak tinggi.

  • NO – ANTIBIOTICS. Ingat ! Kebanyakan batuk tidak memerlukan antibiotik.

  • NO cough suppressant. Jangan mengkonsumsi obat penekan refleks batuk (seperti DMP). Anehnya, anak kita sering mendapatkan obat racikan / puyer yang salah satu kandungannya codein (sejenis narkotika) yang tidak diketahui manfaatnya.

  • Pada dasarnya, TIDAK ADA yang namanya obat batuk itu.
    Juga tidak ada obat pencair dahak. Cari pencetusnya !

    Sumber : Milis SEHAT



COLDS AND FLU

Penyebabnya infeksi virus. Umumnya berlangsung selama 5 hari (3 – 14 hari rentangnya) tergantung daya tahan tubuh dan tergantung ada tidaknya penderita flu di rumah atau di sekolah. Jika bayi dan anak memiliki saudara kandung yang lebih besar dan sudah bersekolah, maka ia sangat potensial sering mengalami colds & flu. Tidak ada obat untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Daya tahan tubuh anak terhadap infeksi virus flu akan meningkat sejalan dengan waktu.

Tatalaksana:

  • Yang paling dibutuhkan adalah cairan, sering minum meski sedikit2.

  • Supaya ”ingus” tidak kental dan menyumbat jalan nafas, berikan air garam steril sebagai tetes hidung. Air garam steril ini tidak akan menimbulkan efek samping. Menghirup uap air panas juga banyak membantu saat mengalami colds & flu.

  • Apabila pada malam hari tiak dapat tidur karena hidung tersumbat, beri tetes hidung untuk menghilangkan pembengkakan di dalam hidung (Breathy).

  • Humid environment, jangan kering seperti dalam ruangan berAC. Kalau perlu, taruh satu ember berisi air mendidih setelah anak tidur.

  • Paracetamol – bila bayi/anak uncomfortable atau high fever (>38.5)

  • Di lain pihak, kita sering mengacaukan alergi dengan flu. Pada alergi yg mengenai hidung, anak juga akan ”meler” tetapi anak tidak demam, tetap aktif bermain. Bukan berarti juga anak menderita infeksi virus flu.

  • Pencegahan:
    • Sering cuci tangan.

    • Hindari kontak erat dengan penderita flu.

    • Jaga kebersihan rumah seperti di kamar mandi, dapur, dsb.

    • Kapan menghubungi dokter?
      • Persistent cough, fever > 72 hours.

      • Sesak nafas, kuku dan bibir tampak biru.

      • Luar biasa rewel, atau luar biasa mengantuk (sangat sulit dibangunkan)

      • Ingat: Tidak ada obat pilek yang efektif untuk bayi dan anak.

        Sumber : Milis SEHAT

Demam dan Penanganannya

Demam adalah alasan terbanyak orangtua membawa anaknya ke dokter. Apalagi jika orangtua tidak memiliki ilmu yang cukup mengenai demam, penyebab demam & tatacara merawat anak demam.

Apakah Demam itu berbahaya?
Tidak ada sesuatu yang 100% buruk atau 100% baik. Demikian juga dengan demam. Tuhan pasti memiliki maksud dibalik fenomena demam.
There is something for many reasons.
Tubuh kita diciptakan oleh Tuhan dengan dilengkapi mekanisme pengaturan yang canggih, termasuk mekanisme pengaturan suhu.
Di otak kita terdapat termostat bernama hipotalamus yang mengatur mekanisme ini. Tepatnya terdapat pusat pengaturan suhu disebut juga SET POINT. Pengatur suhu tubuh ini akan memastikan tubuh kita senantiasa pada suhu konstan (sekitar 37C)>

Demam adalah kondisi dimana otak (melalui Set Point) memasang suhu diatas setting normal yaitu > 38C. Namun demikian demam yang sesungguhnya adalah bila suhu >38.5C. Akibat kenaikan setting suhu tubuh tsb, maka tubuh akan memproduksi panas melalui tahapan : menggigil hingga mencapai suhu puncak  suhu demam stabil  suhu mulai turun.

Bagaimana dan mengapa timbul demam ?

Peningkatan suhu tubuh ini disebabkan oleh beredarnya molekul kecil dalam tubuh, yaitu PIROGEN – suatu zat pencetus panas.

Apa yang menyebabkan terjadinya peningkatan pirogen ?
Penyebabnya antara lain : infeksi, radang, keganasan, alergi. Teething, dll. Pada saat terserang infeksi, sistem imun tubuh kita akan membasmi infeksi tsb dengan serangan leukosit (sel darah putih).

Agar tugas leukosit tsb efektif dan tepat sasaran, dibutuhkan dukungan banyak pihak termasuk pirogen, yang bertugas :

  1. Mengerahkan sel darah putih (leukosit)

  2. Menimbulkan demam yang akan membunuh virus. Karena virus tidak dapat hidup di suhu tinggi. Sementara itu virus akan tumbuh subur di suhu rendah.
Perhatikan hal berikut :
  1. Selama infeksi masih berlangsung, memang harus ada demam.

  2. Demam merupakan bagian dari sistem pertahanan tubuh untuk membasmi infeksi.

  3. Prinsip utama adalah cari penyebab timbulnya demam. Dengan mengetahui sumber masalahnya, maka kita dapat bertindak secara rasional. Pada anak penyebab utamanya adalah infeksi virus.

  4. Beri minum lebih banyak dari biasanya. Waspadai kemungkinan terjadinya komplikasi dehidrasi.

  5. American Academy of Pediatrics (AAP) merekomendasi tatacara penanganan demam. Berikut kondisi kapan orang tua harus menghubungi dokter :
    • Bila bayi berusia <3 bulan dengan suhu tubuh > 38C

    • Bila bayi berusia 3 – 6 bulan dengan suhu tubuh > 38.3C.

    • Bayi dan anak berusia > 6 bulan, dengan suhu tubuh > 40C.

    Konsultasikan juga dengan dokter jika terdapat kondisi berikut :

    • Demam sudah berlangsung 72 jam.
    • Sama sekali tidak mau minum atau sudah dehidrasi; Gelisah, muntah, diare
    • Iritabel atau menangis terus menerus, tidak dapat ditenangkan

    • Tidur terus menerus, lemas dan sulit dibangunkan (lethargic)

    • Kejang; Kaku kuduk leher; Sakit kepala hebat

    • Sesak napas

    • Gelisah, muntah, daire

    Penanganan Demam
    Point-point utama yang harus diperhatikan selama merawat anak demam adalah :
    1. Mencari penyebab demam dan memperhatikan pola perilaku anak.
      Amati tingkah laku anak. Jika perilaku anak hampir sama seperti biasanya, maka kita tidak perlu khawatir. Karena pada dasarnya demam itu bukan hal yang membahayakan.

    2. Cegah dehidrasi. Demam akan meningkatkan penguapan cairan tubuh. Karenanya bayi dan anak beresiko mengalami dehidrasi. Berikan cairan lebih banyak. Berikan air, air sup, jus buah segar yang dicampur air, es batu, es krim.
      Bila muntah atau diare, berikan minuman elektrolit : pedialyte, oralit.

    3. Ruangan dijaga agar tidak panas, pasang kipas angin. Anak memakai baju yang tipis.

    4. Kompres air hangat atau berendam di ari hangat.

    5. Biarkan anak memakan apa yang diinginkan. Jangan dipaksa. Hindarkan makanan berlemak, karena sulit dicerna oleh tubuh.

    6. Meskipun anak dianjurkan untuk tidak masuk sekolah, bukan berarti ia harus berada di tempat tidur seharian.

    7. Pemberian obat penurun panas mengikuti aturan berikut :

      <102F (<38.3C) : Tidak perlu obat penurun panas, ekstra cairan (minum banyak)

      >102F (38.3C), uncomfortable : Beri obat penurun panas, kompres
      hangat.

      >104 (>40C) : Beri obat penurun panas, kompres hangat, hubungi dokter.
      Ingat: DO NOT TREAT LOW GRADE FEVER (< 38.3C)

Sumber : Milis SEHAT

Minggu, 10 Februari 2008

CaCiNGaN

Cacingan? eits tunggu dulu, akhir-akhir ini kan nafsu makan rheza tuh menggila dikit2 mau minta makan trus perutnya mbuncit gitu, papanya jadi khawatir dan mikir nih anak cacingan kali yah. Karna khawatir aku baca dimilis SEHAT pas lagi ada yang tanya tentang masalah cacingan ini, banyak yg ngasih penjelasan seperti yang dikemukan oleh Dr. Anto

Cacingan umum terjadi terutama pada anak-anak. karena anak-anak biasa main di tanah, dan belum terlatih untuk memelihara higiene tubuhnya. cacing menular umumnya melalui jalur fecal-oral (kotoran atau benda yang terkontaminasi kotoran dimana ada telur cacing-masuk ke mulut), ada juga cacing yang yang dapat menembus permukaan kulit, karena itu disarankan memakai sandal/alas kaki bila berjalan di atas tanah (terutama tanah perkebunan atau pertambangan yang rentan dengan kotoran manusia atau binatang (bukan di aspal :D) cacing sendiri banyak jenisnya, yg umum adalah ascaris dan cacing kremi (pin worm). Cacing kremi (pin worm ini yang gejalanya gatal di daerah anus terutama malam hari. Cacing asccaris sendiri gejala tidak terlalu khas. Dapat berupa tidak nafsu makan, demam, cacing di tinja, atau keluar cacing saat batuk.untuk pemeriksaan pasti dengan pemeriksaan tinja, diperiksa telur cacing ada atau tidak. Bila ada telur cacing maka baru diberikan obat
cacing. Dengan menjaga higiene, cuci tangan, potong kuku, baik anak dan penyedia
makanan diharapkan cacingan dapat dicegah.

Trus untuk menentukan apakah sianak cacingan atau nggak sebaiknya fesesnya diuji dulu, mengandung cacing atau tidak, jenisnya apa.
solusi untuk mengobati cacingan bukan dengan minum sembarang obat cacing (yang dijual bebas) secara teratur (mis. 6 bulan sekali), tapi justru dengan teratur menjalani test feses di lab. Hasil lab, membantu dokter memberi obat cacing yang tepat sesuai jenis cacingnya, jadi anak tidak hanya 'bebas' cacing 'temporary', tapi bisa kebal dengan cacing (plus jaga kebersihan diri dan lingkungan). (Dwi Tasrifah)

Jadi perut buncit pada batita itu wajar dan nggak identik dengan cacingan, klo banyak makan mesti disyukuri karna memang anak seumuran gitu lagi aktif2nya daripada mesti berperang krn anak melakukan aksi GTM kan pusing juga...




Minggu, 13 Januari 2008

Air Susu Ibu (ASI)

Postingan kali ini ttg ASI, agar aku bisa lebih mengerti seluk beluk perASIan
Hal-Hal yang perlu diketahui:

  • ASI adalah minuman yang paling sesuai, bersih dan bebas kuman, bergizi dan murah untuk bayi.

  • ASI merupakan HAK setiap bayi untuk memperolehnya dan KEWAJIBAN setiap ibu untuk memberikannya.

  • ASI mengandung antibodi yang meningkatkan daya tahan tubuh bayi terhadap penyakit.

  • Produksi ASI akan semakin banyak apabila bayi lebih sering menetek dan setiap kali dikosongkan. Untuk menjaga produksi ASI, apabila tidak memungkinkan untuk menyusui secara langsung, peras ASI dan kosongkan ASI secara berkala.

  • Proses menyusui sangat baik untuk perkembangan jiwa dan hubungan batin antar ibu dan anak.

  • Bagi ibu yang bekerja dan memberikan ASI selama masa cuti, tidak disarankan untuk melatih bayi minum dari botol terlalu dini.

IMUNISASI PERTAMA & UTAMA
Sumber : Mohamad Harli ( SWARA (5/8 1999))

PENYAKIT pnemonia saat ini merupakan pembunuh nomor satu pada bayi dan anak ( Kompas , 5/2/'99). Dilaporkan, hampir setiap empat menit satu orang bayi meninggal akibat pnemonia, penyakit infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) yang disebabkan bakteri, virus, dan faktor lingkungan yang tidak sehat.

Kejadian tersebut sebenarnya dapat dicegah secara mudah, salah satunya dengan hanya memberikan air susu ibu (ASI) saja pada bayi sejak lahir hingga ia berusia 4-6 bulan (ASI eksklusif). ASI ternyata mengandung zat anti berbagai penyakit infeksi, termasuk zat antipnemonia.

Dilaporkan, selain zat gizi yang pas dan prima, ASI juga mengandung unsur kekebalan atau zat anti-infeksi yang sangat diperlukan sistem pertahanan tubuh bayi yang baru lahir. Zat anti-infeksi tersebut akan melindungi bayi dari serangan kuman penyebab infeksi dan parasit yang dapat mengganggu penyerapan zat-zat gizi.

Antibakteri-virus-parasit

ZAT anti-infeksi ASI yang sangat unik adalah imunoglobulin (Ig) karena in vitro menunjukkan aktivitas anti-bakteri, anti-virus, dan anti-parasit sekaligus. Ada lima jenis imunoglobulin, yaitu IgA, IgM, IgD, IgE, dan IgG dengan fungsi masing-masing, dan akan saling bekerja sama dalam memperkuat daya tahan tubuh dan menyehatkan bayi.

Dilaporkan, imunoglobulin ASI dan sekretorinya aktif melawan dan membunuh bakteri penyebab diare (E coli ), penyebab kolera (Vibrio cholerae) , disentri (Shigella dysentriae) , dipteri (Clostridium dipteriae) , tetanus (Clostridium titani) , pnemonia (Klebsella dan Streptococcus pneumoniae ), flu (Haemophillus influenzae) .

Sebagai antivirus, imunoglobulin aktif melawan dan membunuh virus polio, campak, herpes simpleks, TBC, flu, virus rubella, gondongan, dan lain-lain. Sebagai antiparasit imunoglobulin aktif melawan dan membunuh parasit Gardia lamblia, Entamoeba histolytica, Schistosoma mansoni yang mengganggu penyerapan zat nutrisi sehingga bayi kurang gizi.

Imunoglobulin ASI tidak diserap tubuh tetapi aktif bekerja di permukaan saluran pencernaan untuk melawan serangan kuman, menetralkan racun yang dihasilkan kuman tersebut, bahkan membunuh kuman penyebab infeksi tersebut.
Faktor bifidus

Faktor bifidus dalam ASI berupa senyawa protein-polisakarida merupakan media paling baik untuk pertumbuhan bakteri Lactobacillus bifidus yang berperan mengasamkan lingkungan saluran pencernaan sehingga bakteri patogen dan parasit tidak bisa hidup dan berkembang biak. Adanya faktor bifidus tersebut akan memberi ciri khas pada kotoran bayi berusia seminggu yang mendapat ASI. Sementara pada kotoran bayi yang diberi susu formula, kotorannya sudah seperti orang dewasa.

Lysozyme ASI aktif menghancurkan dinding sel bakteri patogen sekaligus aktif melawan dan melindungi saluran pencernaan bayi dari serangan virus tertentu. Lysozyme adalah enzim yang sangat aktif di lingkungan asam seperti di saluran pencernaan. Kadarnya dalam ASI ribuan kali lebih tinggi dibanding kadar lysozyme yang terdapat dalam susu sapi (formula).

Unsur lactoferrin ASI berperan mengikat zat gizi besi (Fe) sehingga bakteri patogen yang perlu Fe untuk pertumbuhannya akan mati. Oleh karena itu bayi yang menyusu ASI dilarang mendapat suplemen zat besi, karena akan membuat ganas bakteri patogen tersebut. Sementara enzim laktoperoksidase bersama unsur lainnya berperan melawan serangan bakteri jenis Streptococcus (termasuk S pneumoniae ) Pseudomonas, E coli dan lain-lain.

Sel-sel susu ASI mengandung makrofage (berfungsi melindungi kelenjar susu ibu, saluran pencernaan bayi, memproduksi senyawa komplemen untuk proses phagositosis, lactoferrin, lysozyme ), limfosit B dan T (memproduksi interferon untuk menghambat replikasi virus intraseluler), dan neutrophil . Sel-sel susu tersebut aktif melawan serangan dan membunuh E coli, Candida albicans , virus rubella, herpes, campak, gondongan, dan kuman yang mengganggu saluran pernapasan bayi.

Zat anti-infeksi lain dalam ASI dan kuman yang akan dibunuhnya dapat dilihat pada Tabel Lampiran .

Kolostrum dan imunisasi

BERBAGAI zat anti-infeksi tersebut kadarnya tertinggi terdapat dalam kolostrum, ASI yang pertama kali keluar. Dan kadarnya ada yang naik, tetap atau akan menurun setelah minggu pertama menyusui sesuai keperluan untuk meningkatkan daya tahan tubuh bayi. Namun, kadar zat anti-infeksi dalam ASI tersebut tergantung pada kondisi kesehatan dan gizi/makanan ibunya.

Oleh karena itu selain dari kolostrum dan ASI, bayi harus pula ikut program imunisasi nasional seperti imunisasi BCG, DPT, polio, hepatitis B, campak dan lain-lain sesuai umur, serta pemberian kapsul vitamin A, yang sudah bisa dilakukan di posyandu. Hal itu akan lebih meningkatkan daya tahan tubuh bayi sehingga ia menjadi lebih sehat dan tidak mudah sakit.

Di tengah krisis total yang sedang dihadapi seluruh bangsa saat ini, memberikan ASI saja sejak lahir hingga bayi berusia 4-6 bulan (ASI eksklusif) merupakan tindakan yang sangat bijaksana. Hal itu akan memberikan dampak sangat positif pada orangtua sekaligus bayinya.

Orangtua bisa menghemat biaya untuk makanan dan perawatan kesehatan, sementara bayi terpenuhi kebutuhan gizinya, terhindar dari penyakit infeksi seperti pnemonia, sehingga bayi dapat menjalani proses tumbuh-kembangnya secara optimal untuk menjadi generasi yang tangguh dan tahan banting di abad ke-21.
Unsur Kekebalan dalam ASI dan Fungsinya dalam Tubuh Bayi
  • Faktor bifidus

  • Menstimulasi pertumbuhan bakteri bifidus yang antagonis terhadap kelangsungan hidup bakteri patogen saluran pencernaan.
  • Sekret Immunoglobulin (Ig): Ig-A. Ig-M, Ig-E, Ig-D, Ig-G

  • Bekerja melawan invasi bakteri mukosa dan/atau kolonisasinya di usus; mampu menetralkan racun yang dihasilkan bakteri dan virus
  • Faktor anti- Staphylococcus

  • Menghambat infeksi sitemik oleh bakteri Staphylococcus
  • Laktoferin

  • Mengikat zat gizi besi (Fe) dan menghambat proses multifikasi bakteri patogen dalam saluran pencernaan
  • Laktoperoksida

  • Membunuh bakteri Streptococcus dan bakteri patogen saluran pencernaan lainnya
  • Complement (C-4 dan C-3)

  • Memudahkan proses fagositas pada sel "menelan" benda asing untuk dihancurkan
  • Interferon

  • Menghambat perbanyakan (replikasi) virus intraseluler
  • Lysozyme

  • Membunuh bakteri dengan cara merusak dinding sel bakteri tersebut
  • Protein pengikat B-12

  • Mengubah dan mengikat vitamin B-12 tidak bisa digunakan untuk pertumbuhan bakteri patogen
  • Lipase dan garam empedu

  • Membantu produksi senyawa-senyawa lemak anti parasit
  • Glikosida dan oligosakarida

  • Mengikat racun-racun bakteri E coli (penyebab diare), dan mencegah masuknya racun tersebut masuk ke dalam sel-sel epitelial dengan menyamar sebagai reseptor yang analog
  • Peptida

  • Menunjukkan aktivitas antivirus dengan mengacaukan serangannya ke sel target
  • Limfosit

  • Sel darah putih yang mensintesa sekret Ig-A dan fungsi limfosit (darah putih) lainnya
  • Makrofage

  • Sel darah putih yang mensintesa Complement, Lactoferrin, Lysozyme, dan faktor lain; mengeluarkan hasil phagostosis dan fungsi lainnya
Sumber: Worthington-Roberts, B.S. (1993


Sumber : www.bagibagi.com

Design by The Blogger Templates

Design by The Blogger Templates